RSU Latersia Binjai Ternyata Tak Punya Ijin

–Seputar Pemborgolan Pasien di RSU Latersia Binjai–
MEDAN, MANDIRI

Kasus pemborgolan pasien di RSU Latersia Binjai, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut masih menunggu laporan hasil tim yang diturunkan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara.
“Kami masih menunggu hasil laporan dari Dinas Kesehatan Propinsi yang sudah diturunkan untuk menyelidiki masalah pemborgolan tangan pasien itu,” kata Ketua Persi Sumut dr H Sjahrial R Anas MHA, Kamis (15/1), di Medan.
Hasil tim Dinkes Sumut tersebut, nantinya Persi akan mengambil sikap terhadap RS Latersia. Namun, Persi belum menerimanya dan masih menunggu hasil laporan tersebut. “Kita lihat dulu apa dan dimana kesalahan RS Latersia itu, kenapa memborgol tangan pasien,” ujarnya.
Meski nantinya hasil laporan tersebut, diterima Persi, tidak langsung diterima dan menyimpulkan hasil laporan tersebut. Karena penyelidikan juga dilakukan Persi terhadap laporan dari tim Dinas Kesehatan Propinsi Sumut.
“Persi tidak bisa langsung menerima hasil laporan dari tim Dinkes Propinsi Sumut,” ungkapnya.
Namun, jika nantinya hasil laporan dan penyelidikan serta kesimpulan yang diambil Persi menyatakan RS Latersia terbukti bersalah dengan memborgol tangan korban penganiayaan itu, maka tindakan akan diambil Persi.
“Kalau terbukti bersalah, maka bisa saja dikeluarkan dari keanggotaan Persi,” ujar Kepala Badan Pelayanan Kesehatan RSU dr Pirngadi Medan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumut Chandra Syafei mengatakan, hasil laporan tim yang diturunkannya untuk mengusut kasus pemborgolan tangan pasien karena tidak mampu membayar, ternyata tidak memiliki ijin operasional.
“RS tersebut tidak memiliki ijin, jadi kita instruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai untuk menutup atau mendesak agar RS tersebut mengurus ijinnya,” ucapnya.
Ia mengakui, jika kasus pemborgolan tangan pasien pembacokan tersebut ternyata sudah dilaporkan oleh pihak keluarga kepada kepolisian.
“Ini sudah dilaporkan ke polisi oleh keluarga pasien. Dan pasien sudah pulang ke rumah,” ungkapnya.
Dievakuasi
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut Parlindungan Purba yang melakukan inspeksi mendadak ke RS Latersia Binjai untuk melihat kondisi Ramli mengatakan, keadaan ekonomi keluarga si pasien pada dasarnya adalah miskin.
Namun, korban tidak terdata sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), hal tersebut bisa dilakukan agar korban masuk sebagai peserta.
“Asalkan ada surat dari kepling yang menyatakannya ia miskin, dan Askes siap untuk masukkan ia sebagai peserta,” ujarnya.
Ia menambahkan, keadaan Ramli yang dinilainya tidak mendapat perlakuan yang baik dari RS Latersia tempat ia dirawat, langsung mengambil sikap dengan membawa korban langsung dibawa ke RS Sari Mutiara untuk mendapat perawatan lanjutan.
“Sekarang ini Ramli sudah dibawa ke RS Sari Mutiara, agar ia dirawat dan diperlakukan layaknya sebagai pasien, dan perawatan yang akan didapat Ramli di RSU Sari Mutiara itu tidak akan dikutip biaya,” tandasnya.
Terkait tidak adanya ijin operasional yang dimiliki RS Latersia Parlindungan menyatakan, berdirinya RS yang terletak Jalan Soekarno-Hatta Binjai ini hanya memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat.
“Hanya ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang ada, sedangkan ijin operasionalnya tidak ada. Untuk itu, kita minta agar Pemko Binjai dan kepolisian mengambil sikap dengan menindak RS tersebut dengan adanya kasus pemborgolan tangan pasien ini,” katanya.
Untuk itu, ia meminta kepada manajemen RS, agar melakuan pengurusan iijin operasional. Baik dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Binjai, dan hal ini pun harus segera dilakukan oleh pihak manajemen RS Latersia. “Pengurusan ijin RS Latersia ini akan saya awasi terus,” ujarnya.
Ia menilai, RS Latersia tidak pantas disebut sebagai RS. Karena tidak sesuai dan memenuhi dengan syarat berdirinya RS. Hal ini pun perlu diperhatikan oleh masyarakat dengan teliti dalam memilih RS yang memiliki ijin. [hmt]

Iklan

One Comment to “RSU Latersia Binjai Ternyata Tak Punya Ijin”

  1. Apakah Rumah Sakit Umum Latersia di Binjai Timur sekarang sudah ditutup? Soalnya teman dekat saya Rebekha Nathalie kerja jadi koordinator perawat di RSU itu. Dia punya profile di Facebook dengan nama Rebekha Nathalie. Rumahnya di jalan Tengku Amir Hamzah di Binjai. Katanya cuma butuh 30 menit dari RSU itu ke rumahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: