Jamaah Haji ONH Plus Kecewa Pelayanan BPIH Azizi Kencana Wisata

MEDAN, MANDIRI
Jamaah haji ONH plus sudah sepatutnya mendapatkan pelayanan yang plus. Betapa tidak, untuk berangkat saja, seorang jamaah harus mengeluarkan koceknya hingga dua kali lipat bahkan lebih dari ongkos haji reguler.

mandiri/ist)

JARANG MAKAN. Idun Siagian didampingi istrinya Nurkamal Hutasuhut memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Bandara Polonia Medan, Kamis (11/12). Keduanya mengaku jarang makan saat berada di tanah suci Makkah. (foto: mandiri/ist)

Tapi kali ini jauh berbeda. Sejumlah jamaah haji ONH plus yang diberangkatkan BPIH Azizi Kencana Wisata Tour& Travel mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan. Bahkan pihak BPIH tersebut diduga tidak bertanggungjawab atas keluhan yang dialami jamaah haji.
Kepada wartawan setibanya di terminal kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan, Kamis malam (11/12) pukul 19.50 WIB, dengan menumpang Silk Air transit dari Singapura, para jamaah mengaku memperoleh pelayanan yang tidak baik.
Parahnya lagi, selama menunaikan rukun Islam kelima ini, tiga orang jamaah menderita sakit akibat makan yang tak menentu seorang jamaah bernama Asni Lubis binti M Nur (66) penduduk Jalan Imam Bonjol Gang Teladan No 11 Aek Tampang Padang Sidempuan, nyaris kehabisan napas karena berjalan hingga 4 Km dari hotel ke Masjidil Haram disebabkan bus yang disediakan mogok.
“Gak tentu makan, itu yang saya sesalkan atas pelayanan BPIH Azizi Kencana Wisata. Padahal saya dan istri membayar paket A ONH plus sebesar Rp75 juta per orang,” ungkap Idun Siagian bin Japono Siagian (74) asal Jalan Simaninggir, Sipirok, Tapanuli Selatan didampingi istrinya Nurkamal Hutasuhut binti Koba Hutasuhut (73).
Penuturan serupa disebutkan, Razman Arif bin Jarul Hakim Nasution, anggota DPRD Madina yang ikut dalam rombongan. Penduduk Jalan Cemara Blok C No 26 Sipapaga Panyabungan, Madina yang juga Ketua PKPB Sumut ini mengaku kesal atas pelayanan BPIH Azizi Kencana Wisata.
“Kami diberikan gelang dengan kode Jakarta, namun kami diberangkat dari Medan sejak 16 November lalu. Ini pertanda apa? Selain itu ongkos yang diminta pertama kali 9.800 US$, tapi saat mau berangkat ongkosnya naik jadi 11.800 US$, saya gak persoalkan yang penting berangkat. Kalau alasan travel tersebut kata Menag, ongkos dinaikkan kenapa kok bolak-balik naik. Ternyata ongkos tersebut tidak sebesar itu, saya sudah cek dan hitung, apalagi pelayanannya demikian,” katanya.
Setelah itu, pelayanan yang diperoleh jauh dari yang diharapkan. Hotel yang dijanjikan bintang 4, nyatanya diberikan kelas melati yang berada di gang kawasan Masjidil Haram.
Selama di tanah suci, kesehatan jamaah tidak pernah diperhatikan oleh pihak travel menyebutkan dipantau selama 24 jam. Malah nyatanya beberapa jamaah yang diberangkatkan dari jumlah keseluruhan 54 orang berasal dari Sumut, Batam, Makassar dan Kalimantan menderita sakit ditolong oleh seorang dokter yang ikut dalam rombongan.
“Sejak awal saya sudah mengetahui bakalan terjadi begini. Selain itu saya mengetahui dari teman saya bahwa travel ini sering bermasalah sejak tahun lalu. Masalah ini bukan dialami saya saja dan segelintir jamaah. Gak mungkin masalah ini saya rekayasa, kita lihat saja yang berangkat itu kebanyakan usianya uzur. Kalau sudah begini, yang terancam adalah keselamatan dan nyawa manusia. Semua jamaah menderita. Jangan hal ini dijadikan dalih,” tegasnya.
Atas pelayanan BPIH Azizi Kencana Wisata, Razman dan beberapa jamaah dari Sumut dan Batam akan menempuh jalur hukum dan menyurati Menteri Agama agar izin travel tersebut dicabut. “Kita akan menuntut segala pelayanan yang diberikan baik moral maupun materil dikembalikan kepada jamaah, karena tidak sesuai. Secepatnya kami akan melayangkan surat ke Menag agar mencabut izin BPIH Azizi,” ucapnya.
Menanggapi keluhan jamaah ONH plus tersebut, pimpinan BPIH Azizi Kencana Wisata yang ikut kembali ke tanah air dalam rombongan, Nasla Lubis mengaku adanya keluhan jamaah yang diberangkan travelnya. “Keluhan jamaah hanya segelintir orang terutama pak Razman. Saya menyesal memberangkatkan beliau (Razman), pada pembayaran pelusanan ke Depag, Razman tidak sanggup, saya tutupi biayanya, seharusnya dia tak berangkat,” katanya.
Mengenai pelayanan yang diberikan, Nasla menyebutkan telah sesuai dengan program haji yang ada di travelnya. Mengenai makan, semua telah disiapkan oleh maktab. Demikian dengan program haji ONH Plus semua sama hanya tenda yang berbeda dengan haji reguler. “Di buku panduan disebutkan program haji sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kondisi di Arab Saudi, apalagi dengan kondisi haji tahun ini. Mengenai jarak tempuh tetap tidak melebihi dari 300 meter, saya punya kontrak hotel yang sesuai untuk jamaah haji plus,” sebutnya.
Mengenai jamaah yang menderita sakit, Nasla mengatakan bukan wewenangnya melainkan Allah SWT yang tahu. “Namanya haji jangan bilang tidak ada jamaah yang tidak makan, yang sakit sudah kita siapkan dokter. 24 jam kita siapkan pelayanan, makanan, buah-buahan. Kalau yang sakit mungkin karena tidak minum, kalau lelah itu wajar, ini ibadah fisik,” jelasnya.
Mengenai bus yang rusak adalah wewenang pemerintah Arab Saudi, bukan travel meski jamaah telah membayar biaya lebih dari jamaah regular kepada travel. “Baik dari Jeddah ke Mekkah, maupun Arafah ke Madinah, seluruh travel yang ada di Indonesia membayar ke pemerintah Arab Saudi. Kita tidak bisa protes, silahkan saja menggugat. Saya punya izin memberangkatkan haji sejak tahun 2002. Yang komplain itu jamaah yang tidak memahami situasi di Arab Saudi,” kilahnya. [hum]

Iklan

5 Komentar to “Jamaah Haji ONH Plus Kecewa Pelayanan BPIH Azizi Kencana Wisata”

  1. Kejadian yang sam seperti diatas terjadi lagi pada tahun 2009 ini, bahkan lebih parah lagi keadaannya.Namun semua ini kami ikhlas, biarlah pelyanannya tidak plus namun ibadahnya Insya Allah kita mendapatkan plus.

  2. Agh… Entahlah… Mudah2han penyelenggara perjalanan ini mendapat hidayah dari Alllah SWT sepeti yang ditayangkan di TV

  3. tidak seperti apa yang di utarakan jamaah diatas,
    hotel yg dijanjikan pihak azizi sesuai dgn paket dan sudah tertera di buku panduan .mungkin sumber dana mereka ngak di ridoi Allah x x x x x

  4. SAYA SUDAH 2X IKUT AZIZI TRAVEL
    ALHAMDULILLAH TIDAK PERNAH ADA MASALAH

  5. Berangkat haji ini bukan asal berangkat aja,uang yg di buat berangkat jg harus jelas,jd klau uang kita gak jelas asalnya jgn salahkan orang lain mengenai apa yg kita terima disana,lg pula setau saya biasanya azizi kencana wisata bagus layanannya karna keluarga saya selalu berangkat dgn travel ini dan tdk ada masalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: