Pembunuh Ketua IPK Dihukum 32 Tahun Penjara

MEDAN, MANDIRI

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, akhirnya memvonis pembunuh Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Labuhan Mangasi Sidabutar, yaitu terdakwa Anggiat Simbolon 15 tahun penjara dan Larry Simbolon 17 tahun penjara.

mandiri/alian nafiah siregar)

HISTERIS. Maria, istri almarhum Mangasi Sidabutar, mantan Ketua IPK Medan Labuhan, teriak histeris usai majelis hakim PN Medan memvonis dua orang pembunuh suaminya 32 tahun penjara. Menurut keluarga korban, pembunuh Mangasi bukan hanya kedua terdakwa, tapi masih banyak hampir mencapai 10 orang. (foto: mandiri/alian nafiah siregar)

Sebelumnya kedua terdakwa abang beradik ini dituntut JPU Ninik Khairani SH masing-masing 10 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan.

Sidang hari itu cukup mencekam, karena kedua kubu korban dan terdakwa saling membawa massa mengikuti persidangan tersebut. Sehingga sidang ini dikawal oleh puluhan aparat kepolisian dengan bersenjata api lengkap.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim Kuswanto SH, disebutkan perbuatan kedua terdakwa Anggiat Simbolon dan Larry Simbolon terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar pasal 338 dan 340 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kedua terdakwa warga Komplek PJKA Lingkungan XVI Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan ini, melakukan pembunuhan terhadap Mangasi Sidabutar berawal dari perebutan lahan menjadi mandor Morina 81. Saat itu salah seorang keluarga terdakwa dipecat, sehingga terjadi pertengkaran dan menjurus kepada perkelahian.

Awalnya terdakwa Larry bertengkar mulut dengan korban didepan gudang Ali. Entah bagaimana, Larry menyerang Mangasi dengan parang yang diselipkan dibajunya. Ketika itu Anggiat pun tak tinggal diam, parang yang ada digenggamannya langsung diayunkannya ke leher dan kepala Mangasi.

Ternyata pembacokan dua kali yang dilakukan Larry sia-sia. Tubuh Mangasi sama sekali tidak mengeluarkan darah. Saat di bagian leher korban ditebas, korban langsung roboh, kemudian Larry langsung bertubi-tubi menikam tubuh korban hingga tewas. Setelah mendengar saran dari orang tua mereka, sekitar pukul 23.00 WIB, Larry dan Anggiat bersama ibunya menyerahkan diri ke petugas kepolisian yang ketika itu berpatroli di Jalan Ilias Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan.

Berdasarkan pengakuan terdakwa dan keterangan saksi-saksi serta barang bukti yang terungkap dipersidangan, kedua terdakwa jelas terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 340 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Setelah mempertimbangan hal memberatkan dan meringakankan, majelis hakim diketuai Kuswanto SH memutuskan menghukum terdakwa Anggiat Simbolon pidana 15 tahun dan terdakwa Lary Simbolon pidana 17 tahun penjara masing-masing dikurangi selama berada dalam tahanan.

Usai sidang keluarga termasuk isteri korban protes dengan berteriak-teriak, bahwa pembunuh Mangasi bukan hanya kedua terdakwa saja, tapi masih banyak hampir mencapai 10 orang yang melakukan pengeroyokan.

“Kami minta abang kedua tersangka beserta teman-temannya yang turut membunuh suami saya supaya diadili,” teriak isteri korban. [mad]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: