PT RGM Dituding Rampas Tanah

–Ratusan Warga Unjuk Rasa ke DPRD Asahan–
KISARAN, MANDIRI
Ratusan warga yang bermukin sempadan dengan Perkebunan PT Raja Garuda Mas (RGM), Kecamatan Bandar Pulau, berunjukrasa ke Kantor DPRD Asahan, Kamis (16/10). Warga datang ke kantor wakil rakyat itu untuk mengadukan nasib mereka yang selama ini diperlakukan semena-mena oleh pihak PT RGM.
Salah seorang pengunjuk rasa, Syahbudin Sihombing mengungkapkan, lahan yang dirampas pihak PT RGM lebih kurang seluas 2.000 hektare. Usaha warga untuk mengambilalih lahan selalu kandas, karena pihak perkebunan selalu membabat habis tanaman yang ditanami warga.
Dijelaskan, sejak tahun 1958, kakek nenek mereka telah membuka lahan sekaligus menanam karet, durian di daerah Aek Sakur dengan Aek Tarum. Para leluhur mereka saat itu juga bermukim di sana, dan terbukti para leluhur banyak berada di daerah kebun tersebut.
Kemudian pada tahun 1975, dilakukan peremajaan tanaman yang sudah tua dengan menambah jenis tanaman seperti kopi dan lainnya. Namun disayangkan, pada tahun 1982 saat tanaman mulai akan menghasilkan, masuklah Perkebunan PT RGM membuka lahan termasuk menggarap lahan yang sudah ditanami warga.
“Akibat kejadian itu, kami langsung memberikan perlawanan untuk memperoleh kembali lahan orang tua kami itu, sampai sampai kami membentuk beberapa kelompok tani. Namun hingga saat ini, belum ada penyelesaian, baik dari pihak perkebunan maupun dari Pemkab Asahan. Ahirnya terpaksa kami melakukan unjuk rasa untuk meminta penyelesaian masalah ini,” jelas Syahbudin dalam orasinya di halaman Kantor DPRD Asahan.
Setelah beberapa saat berorasi, beberapa perwakilan pengunjukrasa kemudian dibawa masuk ke ruangan Komisi A untuk berdialod. Di ruangan tersebut telah menunggu Wakil Ketua dan Seketaris Sekretaris Komisi A Nazaruddin Siagian dan Syaifuddin.
Nazaruddin mengatakan, masalah ini sudah mereka perjuangkan. “Jadi jangan kalian sangka kami tak memperdulikannya. Namun pihak BPN belum juga menyelesaikannya, jadi seharusnya yang perlu kalian desak pihak BPN,” jelas Wakil Ketua Komisi A itu.
Jawaban tersebut tampaknya tak menyelesaikan masalah. Terbukti, hingga berita ini dikirim, para pengunjukrasa masih tetap bertahan di kantor wakil rakyat tersebut untuk minta penjelasan dan penyelesaian yang benar-benar dapat menuntaskan permasalahan mereka dengan pihak PT RGM. [irw]

Iklan

2 Komentar to “PT RGM Dituding Rampas Tanah”

  1. Jangan buang badan bapak anggota dewan yang terhormat…

    Saya tahu ada banyak kasus perampasan tanah rakyat oleh perusahaan perkebunan yang tidak terselesaikan (diabaikan, dibiarkan) di asahan.

    Jangan-jangan eksekutif dan legislatif asahan sudah dibeli oleh kapitalis perkebunan. sehingga membiarkan kasus ini berlarut-larut.

    Jangan jadikan surat tanah menjadi satu-satunya bukti kongkrit dalam permasalahan tanah yang akhirnya merugikan rakyat..

    Wahai pemuda asahan.. Mari bergandengtangan, kita bantu saudara kita untuk mendapatkan haknya..

  2. Kasus seperti ini sudah sangat banyak dan Pemerintah sekarang tidak mampu menyelesaikannya . Ke depan kita hanya berharap ada pemimpin baru yang peduli dengan nasib Rakyat dan semoga Rakyat dapat memilih pemimpin yang dapat membeli rakyat kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: