Jenazah Bu Ijah Dikerubungi Semut

–Kisah Nyata–
KETIKA hari telah larut malam, tatkala orang-orang lelap tertidur, muncullah seekor harimau yang setiap malamnya menjaga rumah Bu Ijah (55)–bukan nama sebenarnya–warga Kota Medan, Sumatera Utara. Harimau tersebut diayakini masyarakat sekitar adalah keturunan pemilik rumah. Hampir setiap malam, sang harimau selalu mengawasi rumah Bu Ijah.
Warga setempat tidak berani melintasi rumah Bu Ijah di malam hari, karena takut diterkam. Namun yang herannya, harimau tersebut hanya ada pada malam hari, sedangkan siang hari raib entah kemana.
Iyem, salah seorang tetangga yang keluar malam membeli makanan, sangat terkejut ketika melihat ada seekor harimau yang mengitari rumah Bu Ijah. Seraya berkata kepada harimau, “Maaf ya, pak. Saya mau lewat, tolong jangan ganggu. Karena saya adalah orang susah dan punya banyak anak yang mau dikasih makan.” Harimau itu pun tertunduk seolah mengerti kata-kata yang diucapkan Iyem.
Hari, minggu, bulan, dan tahun berlalu. Hingga Bu Ijah pun meninggal dunia, beberapa pekan lalu. Kematian Bu Ijah ternyata sangat mengerikan. Sebab, setelah 15 menit kematiannya, sekujur tubuh Bu Ijah yang sudah kaku tak bernyawa sudah dikerubungi semut.
Warga setempat pun langsung heboh mengetahui kondisi jasad Bu Ijah yang dikerubungi semut. Dari keterangan tetangga, sebelum meninggal dunia Bu Ijah pernah berpesan. “Jika aku mati, tolong di setiap sudut tubuhku dikasih surat Yasin, agar aku tidak berubah menjadi harimau.” Tetangga yang mendengar wasiat itu terkejut, dan berguman dalam hati, “Wah berarti Bu Ijah punya ilmu juga ya, apa ini karena keturunan,” ujar si tetangga dalam hati.
Semasa hidup, Bu Ijah dikenal mempunya sifat dan tingkah laku yang kurang baik. Seperti suka usil dengan orang lain, suka menceritakan orang dan suka mengadu domba. Serta tak pernah berterima kasih atas apa yang telah diberikan kepadanya, padahal dirinya yang meminta kepada orang. Juga tak pernah melakukan sholat 5 waktu sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT.
Kemudian selalu iri pada orang lain, serta tak pernah senang melihat orang lain berhasil. Jika ada tetangga yang berhasil, pastilah mulutnya berkata-kata menjelek-jelekkan tetangganya tersebut.
Ada kata pepatah mengatakan, buah tak jauh dari pohonnya. Anak Bu Ijah juga ada yang meniru sifat dan tingkah laku Bu Ijah sampai sekarang.
Semoga dengan membaca kisah nyata, para pembaca dapat semakin mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. [alian nafiah siregar]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: