Bank Sumut Dituding Sering Persulit Rekanan

KISARAN, MANDIRI

Memasuki tender proyek TA 2008, Dinas Pekerjaan Umum Asahan lakukan lelang proyek. Sejak 2 Juni 2008, dinas tersebut mulai membuka pendaftaran bagi rekanan yang akan mengikuti terder. Setiap harinya kantor Panitia lelang membuka pendaftaran bagi para kontraktor.

Setiap melakukan lelang proyek, harus dilaksanakan anwejing kantor, gunanya untuk berdialog dengan para rekanan maupun para asosiasi yang ada di Asahan ini.

Tepat pada hari Kamis pagi (5/6), Dinas Pekerjaan Umum Asahan melakukan anwejing kantor di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum tersebut. Awalnya acara dibuka oleh Ketua Panitia Lelang Dinas pekerjaan Umum Asahan Suwarno.

Saat acara pembukaan suasana masih tenag, namun saat di isi tanya jawab tentang keluhan keluhan para rekanan dan asosiasi, acara mulai agak panas. Panasnya acara tersebut hanya membahas keberadaan Bank Sumut Asahan yang mereka tuding sering membuat keresahan para rekanan dengan cara memperlambat segala urusan surat menyurat serta mempermain-mainkan rekanan.

Awalnya pertanyaan diajukan oleh salah seorang rekanan, Jhoni Banjarnahor. Dimana saat itu dia mengusulkan agar beberapa persyaratan tender jangan semuanya dari Bank Sumut, kalau yang memang bisa dari asuransi seperti tender bon, mohon dari asuransi saja. Karena seperti diketauhui selama ini pelayanan di Bank Sumut sangat membosankan.

Hal senada dilontarkan Ketua Kadin Asahan Usbar Manurung serta Seketaris Gapensi Asahan Roni. Mereka meminta agar jaminan penawaran dan jaminan perawatan dari asuransi saja, agar jangan semuanya dari Bamk Sumut, karena sama-sama kita ketahui saat ini syarat-syarat dari Bank Sumut terlalu banyak dan terkesan sering memperlambat urusan rekanan.

Awalnya panitia tetap mengelak dengan mengatakan, hal ini sudah kesepakatan panitia agar semua urusan seperti jaminan penawaran, perawatan dan pelaksanaan dari Bank Sumut. Dan tak bisa diubah lagi, namun para asosiasi dan rekanan terus protes dan meminta sebagian dari asuransi. Karena sempat memanas, panitia menskors acara selama lima belas menit, untuk mempertanyakan masalah tersebut kepada Pemkab Asahan.

Setelah diskors beberapa menit, akhirnya diperoleh kesepakatan dan mengagendakan kesimpulan, bahwa jaminan penawaran dan jaminan perawatan bisa dari asuransi, sedangkan jaminan pelaksanaan dari Bank Sumut.

Pantauan Mandiri, beberapa asosiasi yang ada di Asahan sudah membuat kesepakatan dan menandatangani surat yang akan mereka laporkan ke Presiden dan ditembuskan kepada Ketua DPR RI, BI, serta puluhan onstansi terkait di Jakarta perihal pelayanan Bank Sumut Kisaran yang sering mempersulit rekanan.

Seperti diungkapkan rekanan, mulai saat ini ada lagi peraturan untuk membuat jaminan perawatan dan jaminan pelaksanaan harus ikut ditandatangani suami istri, begitu juga nama-nama yang ada di dalam akte notaris perusahaan. Hal ini kan sangat mempersulit, karena kalau seseorang sedang di Jakarta atau sudah pindah ke Medan dan lainnya, kan jadi sangat sulit persoalannya, ujar rekanan.

Jadi seharusnya Bank Sumut jangan terus-terusan mempersulit para rekanan, padahal keuntungan mereka sangat banyak dari kontraktor, tegas beberapa kontraktor yang sering dipersulit urusannya di Bank Sumut.

Sampai–sampai sangkin palaknya, ada kontraktor yang mengatakan, bila perlu uang kontraktor itu hanya dititipkan di bank tersebut, tapi yang membaginya biar personil Dinas PU Asahan. Biar tau mereka itu,jelas mereka sangkin kesalnya pelayanan bank tersebut. IRW

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: