Hukum mengendap-endap, seperti penembak jitu yang diam menunggu seseorang muncul ke permukaan. Rakyat pun dibuat jadi kelihatan bodoh, ketika pemimpin pilihan mereka diseret jadi pesakitan. Kini, suara rakyat telah jadi suara setan!
Gubsu H Syamsul Arifin ditahan KPK. Walikota Medan, Rahudman Harahap dijadikan tersangka. Mulut pengamat berbuih mengatakan rakyat telah salah memilih. Berani betul mempersalahkan suara rakyat, dan keberanian semacam ini hanya dimiliki oleh mereka yang berbakat jadi tirani, tak punya ruang hidup dalam demokrasi. Kecuali Tuhan, tak ada yang punya hak merasa lebih benar dari suara rakyat.
Vox populi vox Dei, atau suara rakyat (adalah) suara Tuhan, adalah ungkapan bahasa Latin yang lahir di abad pertengahan. Ungkapan yang sangat termasyhur itu tidak pernah dimaksudnya untuk menyimpulkan suara rakyat adalah firman Tuhan, sama nilainya seperti yang tertulis dalam kitab-kitab suci. Maknanya adalah, arah perjalanan sebuah negara ditentukan oleh rakyatnya. Mana yang terbaik, siapa yang paling benar, selalu saja jadi perdebatan, dan oleh karenanya suara terbanyak, diterima sebagai yang terdekat kepada kebenaran.

