Terkait Proyek DAK, DPRD Akan Panggil Dinas Pendidikan Tapsel

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan terkait adanya issu 25 Oknum anggota dewan yang diduga mendapat “jatah” dari 33 Paket Proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun 2010.

“Berita media massa terkait adanya sejumlah oknum anggota dewan yang diduga  memperoleh “jatah” atas proyek DAK Pendidikan itu perlu diklarifikasi sehingga tidak menimbulkan asumsi negatif terhadap DPRD secara kelembagaan “ ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Tapanuli Selatan Indera Sakti Lubis didampingi anggota Gunawan Siregar di gedung dewan, Senin (01/11).

 

 

Dikatakannya, pihaknya sangat tidak sepakat jika ada pihak yang membawa bawa nama lembaga DPRD untuk terlibat langsung maupun tidak langsung untuk melaksanakan proyek yang bersumber dari keuangan Negara maupun daerah, karena memang hal itu dilarang sesuai Undang Undang. “ untuk itu Komisi IV akan memanggil kepala Dinas Pendidikan untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait proyek DAK Pendidikan itu. “ ujarnya.

Senada dengan hal itu anggota Fraksi Pembaharuan Daerah DPRD Tapsel  Harmeny Harahap bersama Rahmad Saleh Harahap ditemui ditempat yang sama mengatakan pihaknya akan memonitoring oknum oknum anggota dewan yang disebut sebut memperoleh “jatah” paket proyek DAK.

“Sangat diharapkan juga agar kiranya rekan rekan pers dapat bekerja sama mengungkap siapa siapa anggota dewan yang disebut dapat jatah proyek itu baik secara langsung maupun tidak langsung agar nantinya dilaporkan untuk diproses Badan Kehormatan DPRD ataupun pihak yang berkompeten lainnya.  “ ujar Batubara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rumor yang berkembang saat ini, dari 33 paket proyek yang dilelang terdapat 25 paket yang disebut sebut menjadi “jatah” oknum anggota DPRD Tapanuli Selatan sedangkan 8 paket lagi diterindikasi menjadi “jatah” sejumlah oknum Ketua Partai dan beberapa oknum tertentu yang memiliki kekuasaan di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Untuk memuluskan “kepemilikan” proyek tersebut dan menghindari delik hukum, tersiar kabar menggunakan jasa oknum salah satu organisasi jasa kontruksi di Kabupaten Tapanuli Selatan berinisial AP untuk mengisi perusahaan – perusahaan yang akan mengikuti proses pelelangan pada setiap paket proyek yang sudah “diarahkan” menjadi “jatah” oknum anggota dewan.

Adapun ke 33 paket proyek DAK Pendidikan Tapsel tahun 2010 tersebut, diantaranya Pemb Perpustakaan SDN 102240 Sipange, SDN 102190 Purbatua, SDN 102290 Aek Badak (Sayurmatinggi) SDN 101010 Huta Tonga (Batang Angkola), SDN 100310 Huta Baru (Angkola Selatan), SDN 101310 Aek Perk Batangtoru, SDN 101650 Bandar Hapinis, SDN 100040 Sitinjak, SDN 100590 Tabusira, SDN 101570 Marancar Godang, Pemb SMP N 3 Batang Angkola, Pemb Perpustakaan SMP N 2 Batang Angkola, Rehab SMPN 2 Angkola Timur , Rehab SMP N 1 Angkola Barat, Rehab Total SMP N 1 Sipirok. [str]

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: