Ketika Penghuni Rutan Tanjung Gusta Bertaubat

MEDAN, MANDIRI
Ratusan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sabtu (28/2), menggelar taubat bersama dan zikir akbar di aula rutan. Dalam acara tersebut sejumlah warga binaan yang dipimpin Fahrijal Dalimunthe juga dikukuhkan sebagai pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) At Taubah yang ada di kompleks rutan.

TAUBAT. Fahrijal Dalimunthe bersama tahanan Rutan Tanjung Gusta lainnya, Sabtu (28/2) dilantik sebagai pengurus Badan Kenaziran Mesjid At Taubah. (foto: mandiri/yoko sc)

TAUBAT. Fahrijal Dalimunthe bersama tahanan Rutan Tanjung Gusta lainnya, Sabtu (28/2) dilantik sebagai pengurus Badan Kenaziran Mesjid At Taubah. (foto: mandiri/yoko sc)

Kegiatan yang dihadiri Kepala Rutan Tanjung Gusta, Amran Silalahi BcIP SH itu juga diikuti sanak keluarga warga binaan. Acara taubat bersama diikuti sedikitnya 450 bersama keluarga dari warga binaan Rutan Tanjung Gusta itu ditandai dengan tafakkur dan doa bersama dipimpin oleh seorang ustad tanpa pengucapan ikrar ataupun sumpah di depan Al-Quran.
Para warga binaan yang tersangkut berbagai kasus kriminal itu hanya berjanji dalam hati untuk memperbaiki kualitas diri dan bertekad tidak lagi melakukan tindak kejahatan seperti sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Rutan Amran Silalahi mengatakan pembinaan terhadap warga binaan yang tengah menjalani masa tahanan tidak hanya tanggungjawab petugas Rutan. “Peran pihak keluarga sangat besar pengaruhnya dalam memberikan semangat kepada tahanan sebelum kembali ke tengah lingkungan masyarakat,” kata Amran Silalahi.
Selain menggelar acara taubat bersama, sejumlah warga binaan juga dikukuhkan sebagai pengurus Masjid At Taubah, dimana Fahrijal Dalimunthe, mantan anggota DPRD Sumut yang mendekam di rutan karena tersangkut kasus narkoba, terpilih sebagai Ketua Badan Kenaziran Masjid Periode 2009-2010.
Fahrijal seusai dilantik menyatakan, menjadi tanahan membuat mereka memiliki banyak waktu luang. Karena itu waktu senggang itu mereka isi dengan beribadah.
Konsentrasi ummat beragama di Rutan Tanjung  Gusta ini menurut Fahrijal adalah di rumah ibadah. “Sehingga kerukunan ummat beragama di rutan dapat terjaga dan terpelihara dengan baik,” ujarnya. Apalagi hampir 80 persen warga binaan Rutan Tanjung Gusta ini adalah umat muslim.
“Konsentrasi kita saat ini adalah beribadah, karena inilah kesempatan kita untuk mengintrospeksi kekhilafan yang telah kita perbuat,” tutur Fachrijal.
Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan saat ini dihuni 2.700 tahanan yang menempati 9 blok. Selain Fahrijal, sejumlah warga binaan yang hadir dalam acara zikir akbar itu terlihat tak asing di mata wartawan, diantaranya Subur Sembiring yang tersangkut kasus penipuan dengan modus menjadi anggota KPK Gadungan, serta Imam S Arifin, artis dangdut yang tersangkut kasus narkoba.
Terlihat pula mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Drs Yusri Ramadhan MAP yang mendekam di Rutan Tanjung Gusta karena tersangkut kasus korupsi. [ysc]

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: