ASAHAN, MANDIRI
Seorang warga di Kabupaten Asahan baru-baru ini menemukan sebilah pedang samurai yang diduga telah berusia lebih 500 tahun. Menurut salah seorang pemerhati barang antik, kemungkinan pedang itu dibuat pada era dinasty Kenji atau Meiji Kekaisaran Jepang beberapa abad silam.

Sanuri (untuk satu dan lain alasan dia minta namanya disamarkan),warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan, penemu pedang itu kepada Mandiri, Rabu (18/2) mengatakan dia menemukan pedang yang dapat
dilengkungkan hingga 360 derajat itu pada suatu malam di akhir Nopember 2008 silam, dari salah satu lokasi di Kabupaten Asahan.
Sanuri mengaku telah melakukan serangkaian aktivitas meditasi dan paranormalistik sebelum akhirnya samurai itu –hampir tak dapat dijelaskan dengan logis– secara tiba-tiba telah berada dipangkuannya dalam keadaan melingkar dan terbungkus dalam sarung yang terbungkus bahan sejenis kulit.
Sesuai pengamatan langsung Mandiri, panjang samurai yang bernilai artistik itu 122 cm (foto). Terdapat ukiran bintang, gunung dan kuntum bunga (mungkin sakura) yang masing-masing berjumlah 9 ukiran berturut-turut dari arah ujung ke pangkal samurai.
Hulu pedang itu terbuat dari logam sejenis tembaga. Di dalam hulu pedang terdapat sebilah pisau kecil yang panjangnya sekitar 15 cm dan berukir sederet tulisan beraksa Jepang. Hulu pisau juga dihiasi rumbai benang sutera yang dipilin sangat rapi. Jumlah rumbai yang berwarna putih keperakan ini 81 helai (foto). Pisau itu terbangkus dalam secarik kain yang berisi penuh tulisan, juga dalam aksara Jepang (foto). Ketika pisau kecil itu dikeluarkan dari hulu pedang terlihat sejenis batu permata berwarna kehijauan di ujung hulu pedang.
Bila para peminat atau kolektor benda artistik/barang antik berminat memiliki dan merawat samurai tersebut, Sanuri bersedia dihubungi lewat ponsel 081362287810. [res]