MEDAN, MANDIRI
Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK), Kamis (5/2) berunjuk rasa ke Mapoltabes Medan. Mereka meminta kepada Polri untuk menangkap GM Panggabean dan panitia pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap), karena dinilai sebagai otak dan aktor intelektual dibalik aksi demo yang menewaskan Ketua DPRD Sumut Drs H Abdul Aziz Angkat MSP pada 3 Februari 2009 lalu.
Dalam pernyataan sikap mereka menyebutkan, bahwa aksi demo yang dilakukan sekelompok orang itu untuk memperjuangkan Protap telah menyisakan kepedihan dan kesedihan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara (Sumut).
Mereka menilai bahwa sebagian mahasiswa dan masyarakat yang ikut dalam aksi demo tersebut telah melakukan tindakan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. Akibatnya, sidang yang sedang berlangsung terpaksa diberhentikan karena kebrutalan para pendemo itu.
Kemudian mereka menilai Polisi hanya diam saja pada saat terjadinya keributan itu. Kemudian mereka menilai bahwa Polisi lemah karena hanya menurunkan segelintir petugas padahal yang mendemo berjumlah ribuan orang.
Dalam tuntutan AMAK disebutkan, meminta Polri menangkap GM Panggabean yang dianggap sebagai otak pelaku atau pelaku intelektual. Kemudian meminta kepada Kapolri untuk mencopot Kapoldasu dan Kapoltabes Medan karena dianggap telah lalai sehingga tewasnya ketua DPRD Sumut. Lalu mengajak masyarakat Tapanuli untuk tidak mudah terprovokasi. Setelah membacakan pernyataan sikap itu, mereka langsung membubarkan diri dengan tertib.
Tidak berselang lama, puluhan mahasiswa kembali datang menggelah unjuk rasa ke Mapoltabes Medan. Dalam tuntutan mereka hampir sama dengan pendemo sebelumnya yang intinya meminta mengusut tuntas atas tewasnya Aziz Angkat. Kemudian meminta kapoltabes dan Kapoldasu dicopot dari jabatannya. [jam]