Segera Tangkap Toluto

–Aneh, 6 Kali Syukuran Tahun Baru Habiskan Rp300 Juta Lebih–

TARUTUNG, MANDIRI

Setelah terbukti korupsi sebanyak 26.091 suara pada pilkada tanggal 27 Oktober 2008, Toluto juga diduga korupsi uang sekitar Rp24 miliar dan kini kasusnya sedang diproses KPK. Meskipun kecurangan sudah diketahui masyarakat luas, anehnya “dosa barunya” semakin bertambah dengan melakukan 6 kali acara syukuran Tahun Baru dengan menghabiskan Rp360 juta dan biaya sumbangan ke gereja sekitar Rp1,2 miliar kini bermasalah.

“Jika benar tindakan yang bertendensi merusak nama baik Tapanuli Utara di mata nasional, maka tidak ada jalan lain diminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap Toluto dan mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke pengadilan,” ujar Henry Lumban Tobing kepada Mandiri, Kamis (22/1).

Sebagaimana diketahui, akibat kecurangan Toluto akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) menghukum Taput dengan pilkada ulang karena terbukti 26.091 suara bermasalah dan ditambahkan kepada Toluto. Dan konyolnya akibat bertambahnya suara siluman itu, KPU Taput menambah “dosanya” dengan memenangkan pasangan Toluto-Bangkit.

Ini terjadi akibat munculnya ketakutan yang berlebihan dari Toluto sendiri. Berarti dia sudah tidak percaya diri alias tidak pede lagi. Kalau sudah dikejar bayang-bayangan sendiri akibat tindak kecurangan, mestinya Toluto minta ampunlah sama Tuhan dan minta maaf kepada masyarakat Taput. Karena dalam undang-undang sebagai penanggungjawab pilkada tingkat Kabupaten adalah Bupati. Artinya yang berbuat curang adalah Toluto sebagaimana hasil keputusan MK. Artinya, “dosa” Toluto mestinya tidak ikut masyarakat Taput menanggungnya. Jadi Tolutolah yang pantas dihukum secara pidana, kata Henry.

Akibat kecurangan Toluto menambah penderitaan atau kemiskinan bagi masyarakat Taput. Selama ini Taput digelari “peta kemiskinan” kini semakin bertambah miskin akibat perbuatan Toluto. Gara-gara Toluto curang, maka beban masyarakat Taput tidak hanya secara moral, tetapi juga uang rakyat Taput habis Rp12 miliar pada 27 Oktober ditambah Rp11 miliar lagi akibat pilkada ulang.

Entah karena Toluto tidak mengerti hukum ataukah aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri Tarutung kurang tanggap mengusut kasus Toluto belum diketahui secara pasti. Kasus dugaan korupsinya sudah diadukan ke KPK, namun Toluto sudah memulai “dosa barunya”.

Dari sejak tanggal 8 sampai dengan 14 Januari 2008, Toluto mengadakan Acara Syukuran Tahun Baru. Tanggal 8 Januari diadakan Acara Syukuran bagi unsur PNS dan sorenya bagi tokoh masyarakat. Tanggal 9 Januari, acara bagi 400 lebih Kepala Desa ditambah BPD, Camat se-Taput. Tanggal 10 Januari dengan unsur Muspida dan Rohaniawan. Tanggal 11 Januari dengan jajaran Dinas Pendidikan, KCD, Guru. Tanggal 12 Januari dengan jajran Dinas Kesehatan, Dokter, Bidan Desa. Tanggal 14 Januari dengan unsur tokoh masyarakat dan Tim Sukses pemenangan Toluto-Bangkit. Mau tahu biayanya? Cukup besar, sekali acara menghabiskan uang Rp60 juta. Jadi 6 x Rp60 juta sudah Rp360 juta, lain lagi amplop yang bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta.

Pada setiap acara syukuran itu, Toluto seperti mempertontonkan ketidaksadarannya bahwa uang yang habis pada pilkada sebanyak Rp12 miliar dan untuk pilkada ulang Rp11 miliar. “Kalau biaya sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun sekolah, jalan dan lainnya sudah berguna,” ujar Toluto kepada khalayak umum secara terbuka.

Kalau Toluto seorang pejabat negara yang bertanggungjawab, dia harus berjiwa besar mengatakan uang itu habis akibat kesalahan saya. Jika dia berterus terang, maka masyarakat Taput mungkin akan memaafkan Toluto, kata Henry.

Boris Simorangkir selaku masyarakat Taput mempertanyakan, untuk apa acara syukuran Tahun Baru sempai 6 kali? Sejarah buruk di Taput mencatat bahwa hanya pada masa kepemimpinan Tolutolah pernah diadakan acara syukuran Tahun baru sampai 6 kali. Ada apa semuanya ini. Sedangkan Presiden SBY atau Gubsu Syamsul Arifin saja hanya sekali saja mengadakan acara syukuran Tahun Baru.

Boris menambahkan, untuk apa menghambur-hamburkan uang dengan dalih acara syukuran padahal bertujuan politis berkampanye terselubung. Dalam konteks ini, Toluto tidak sadar bahwa perekonomian secara global khususnya perekonomian bangsa Indonesia dan lebih khususnya lagi keuangan masyarakat Taput sangat terpuruk.

Baik Henry dan Boris juga menyoroti pemberian amplop sebesar Rp300 ribu kepada sekitar 400 Guru Jemaat dari berbagai gereja yang ada di Taput baru-baru ini. Biaya tersebut sebanyak Rp1,2 miliar. Lain lagi disebut-sebut amplop berisi Rp1 juta kepada Pimpinan Gereja dan unsur pemerintahan terkait. Jumlah bantuan ini berkisar ratusan juta. Juga menurut hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2007 ditemukan sebanyak Rp1,7 miliar lebih sebagai bantuan sosial yang tidak memiliki bukti pertanggungjawaban yang lengkap. Penerima bantuan ini dicantumkan pula dalam hasil pemeriksaan BPK tersebut.

Lain lagi bantuan pada saat kunjungan ke gereja-gereja, Toluto seolah-olah berbuat baik dengan menyumbang, padahal itu semuanya digerogoti dari APBD atau uang rakyat. Disinilah hendaknya seluruh lapisan masyarakat, Pimpinan Gereja, Muspida dan lainnya supaya lebih berhati-hati menerima bantuan dari Toluto. Jangan-jangan tidak bermaksud sehat dengan tujuan supaya lebih banyak nanti berhadapan dengan aparat penegak hukum kalau suatu saat kasus ini semua terbongkar. Perlu diwaspadai, ajak Boris. Juga bantuan pada saat dilaksanakanya Pentas Seni di banyak desa. Disebut-sebut bantuan bersumber dari Bagian Kesra, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan SKPD lainnya ada yang tumpang tindih. Lucunya sering isteri Toluto memberikan bantuan yang seolah-olah dari pribadinya melainkan semuanya dari APBD Taput. Jumlah ini juga lumayan besar.

Menurut Boris dan Henry, sudah dua tahun terakhir ini Toluto “bergerilya” ke desa-desa, melakukan kegiatan Pentas Seni, kebaktian ke gereja-gereja dan bentuk kegiatan lainnya. “Semuanya kegiatan Toluto bukanlah secara serius untuk membangun Taput melainkan bertendensi politis supaya bisa duduk menjadi Bupati sampai dua periode. “Jika benar Toluto korupsi sebanyak 26.091 suara dan dugaan korupsi puluhan miliar maka tidak perlu ditunggu-tunggu, mari aparat penegak hukum sudah saatnya menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan cara menangkap Toluto dan memprosesnya sampai ke pengadilan,” tegas Boris dan Henry.

Ketika hendak dikonfirmasi, Rabu (21/1), Bupati Taput Toluto tidak ketemu. Selanjutnya, Sekda Taput Drs Sanggam Hutagalung MM ketika dikonfirmasi membantah korupsi yang dilakukan Toluto. “Setahu saya tidak benar dugaan korupsi tersebut. Itu sengaja dihembuskan pihak lain untuk mendiskreditkan Toluto. Kalaupun ada kesalahan, itu soal administrasi dan kami akan perbaiki nanti. Tentang semua kegiatan Toluto yang disebutkan bernuansa politis, juga tidak benar. Toluto kan pejabat negara dengan status incumbent. Tentu dia tidak salah melakukan kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan. Lagi pula memang Toluto orang yang rajin berkunjung sampai ke desa-desa. Jadi bukan hanya dua tahun terakhir ini, melainkan sejak dilantik menjadi Bupati Taput Toluto dikenal rajin ke lapangan,” ujar Sekda Taput Sanggam Hutagalung. [bnd]

Kaitkata:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.