Pelajar SMP Tewas Dibantai

TAMORA, MANDIRI
Seorang pelajar SMP, Hendi Hazhar (16) tewas dengan kondisi mengenaskan setelah dibantai sekelompok orang di belakang SD Inpres No 105335, Dusun III, Kebun Sayur Tanjungmorawa B, Deliserdang, Rabu (7/1) sekira pukul 21.30 WIB. Korban tewas dengan puluhan luka tusuk di sekujur tubuhnya.

mandiri/ist)

TEWAS DIBANTAI. Korban Hendi Hazhar yang tewas dibantai dengan puluhan liang luka tusukan di belakang SD Inpres 105335 Dusun III Kebun Sayur TanjungMorawa B, Rabu (7/1) sekira pukul 21.30 WIB. (foto: mandiri/ist)

Korban sempat berusaha minta tolong dengan berlari ke perumahan guru di lokasi itu, karena ada keluarganya di sana. Namun sesampainya di depan pintu, korban jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhirnya tanpa sempat mendapat pertolongan.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, korban yang merupakan pelajar kelas III salah satu SMP di Tanjungmorawa itu tewas dengan luka menganga di sekujur tubuhnya. Luka tusuk yang ditemukan di tubuh korban diantaranya di dada dan perut terdapat 6 liang, tangan kiri 4 liang, leher 7 liang, paha kanan 1 liang, kaki kiri 4 liang dan kaki kanan 1 liang.
Korban pertama kali ditemukan tewas oleh penjaga sekolah, Abdul Rahman (59) yang juga merupakan keluarganya. Saat itu korban yang diduga dibantai sekelompok orang di belakang kompleks sekolah, berlari ke arah rumahnya dalam kondisi berlumuran darah. Namun belum sempat berbicara, korban langsung tergeletak dan tewas.
Penjaga sekolah segera memberi tahu pihak Kepolisian Tanjungmorawa. Kapolsek Tanjungmorawa AKP Budi Hendrawan SIK bersama Kanit Reskrim Iptu Sisworo langsung turun ke TKP. Tidak lama berselang, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruruh Wicaksono SiK juga turun bersama tim melakukan olah TKP yang dipimpin Aiptu Harahap.
Korban kemudian dievakuasi ke RSU Pirngadi Medan guna divisum. Pihak kepolisian belum bisa berkomentar terkait pembunuhan pelajar SMP tersebut. Namun dugaan sementara korban dibantai oleh lebih dari seorang pelaku. Saat ini peristiwa pembunuhan itu masih dalam penyelidikan polisi dan di lokasi kejadian dipasang “police line”.
Barang bukti yang berhasil diamankan Polisi dari TKP antara lain sebelah sandal korban yang tertinggal di TKP, pisau belati yang berbentuk bengkok. Sementara HP milik korban hilang. Namun saat dihubungi petugas, HP berdering dan sempat terdengar deringnya di dalam kelas 3A. Tetapi saat diperiksa, ternyata tidak ada siapapun. Beberapa warga mengatakan sempat mendengar suara jeritan korban di belakang sekolah tersebut namun karena sudah sering ribut maka dianggap hal biasa. [smt]

Kaitkata:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.