MEDAN, MANDIRI
Lelaki berusia 52 tahun ini sungguh tak pernah menduga akan mendapat musibah seberat itu. Sudah sejak 3 tahun terakhir, M Usman yang sehari-hari bekerja sebagai supir truk pembawa CPO itu, menderita tumor.

M Usman, penderita tumor butuh uluran dermawan. (foto: mandiri/toga nainggolan)
Bukan tidak berusaha mengobati. Walau hidup pas-pasan, dan tinggal di rumah kontrakan di Jalan Bajak V, Gang Family, Medan Amplas, dia berupaya sekuat tenaga mencari jalan ke kesembuhan. Tak kurang dari 3 kali dia sudah mendapatkan operasi. Tapi tumor yang menyerang bagian wajahnya itu bukannya berkurang, malah makin menjadi-jadi. Terutama dalam beberapa bulan terakhir.
Niat Usman untuk kembali menjalani operasi, terhambat karena pengurusan Jamkesmasnya tidak juga kunjung tuntas. Usahanya mengurus ke kantor Kecamatan Medan Amplas tak membuahkan hasil. Meski disebut gratis, toh ada oknum yang meminta bayaran Rp150.000. Demi kesembuhannya, Usman memenuhinya.
Namun ketika diminta lagi untuk membayar Rp300.000, Usman angkat tangan. Dia pun harus merasakan perihnya pembengkakan di wajahnya itu.
Nuraini, istri M Usman, mengaku mereka tak punya biaya untuk berobat. “Setelah Bapak ngga kerja lagi, jangankan untuk berobat, untuk makan pun kami payah,” katanya ketika ditemui, Selasa (16/12). Dia tak bisa menahan tumpahan air mata, apalagi ketika memikirkan nasib ketiga anaknya yang masih butuh perhatian.
Seorang rekannya sudah berupaya membawa Usman ke RS Adam Malik untuk mendapat pengobatan, dan sempat masuk Ruang Rindu B2 No 56. Namun lagi-lagi, belum keluarnya Jamkesmas menjadi kendala mendapatkan operasi pengangkatan tumor itu.
Usman pun tak punya pilihan lain, kecuali menghitung hari merasakan perih yang menjadi-jadi. [oga]