Hasil Pilkada Palas Digugat

JAKARTA, MANDIRI

Pasangan Calon Bupati Padanglawas (Palas) Rahmad Pardamean Hasibuan-Aminusin M Harahap (RAMAH) resmi menyerahkan berkas gugatan Pilkada Palas ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis (11/12).

Berkas perkara gugatan itu diserahkan Tim Advokasi RAMAH (sebagai pemohon) kepada Bagian Administrasi Perkara MK berikut data-data dugaan pelanggaran kecurangan pada pencoblosan putaran kedua tanggal 3 Desember lalu. Dalam waktu dekat MK akan menyidangkan sengketa Pilkada itu dengan terlebih dahulu menetapkan hakim konstitusi yang akan menangani perkara tersebut.

“Kami telah menyiapkan semua data-data dugaan pelanggaran pilkada yang terjadi di Palas. Semua saksi juga sudah kami siapkan,” kata Koordinator Tim Advokasi RAMAH Edy Purwanto di Jakarta.

Edy bersama lima pengacara lainnya yaitu, Komis Simanjuntak, Umri Fatha, Ilham Prasetya Gultom, Junaidi dan DR A Muhammad Asrun bertindak sebagai kuasa hukum RAMAH dalam perkara ini. Mereka menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapanuli Selatan karena keberatan atas keputusan penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada pilkada putaran kedua memenangkan Calon Bupati-Wakil Bupati Basyrah Lubis-Ali Sutan Harahap atau disebut pasangan SOBAR.

Sidang perdana perselisihan Pilkada Palas ini rencananya digelar pekan depan di Aula Sidang Utama MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Menurut Kepala Bagian Administrasi Perkara MK Muhidin, sidang perkara Pilkada Palas akan digelar setelah semua berkas permohonan berikut persyaratan dinyatakan lengkap.

Kini berkas gugatan itu sedang diteliti dan diperiksa di Bagian Kepaniteraan MK. Nantinya, setelah surat permohonan gugatan itu dinyatakan lengkap, maka MK akan menunjuk hakim konstitusi yang akan menangani perkara tersebut.

Muhidin menjelaskan, sesuai Peraturan MK Nomor 15 tahun 2008 tentang Pedoman Beracara Dalam Perselihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Pasal 13 menjelaskan, putusan mengenai perselisihan Pemilukada diucapkan paling lama 14 hari kerja sejak permohonan dicatat dalam buku registrasi perkara konstitusi. Putusan yang telah diambil dalam rapat permusyarawatan hakim diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum yang dihadiri sekurang-sekurangnya tujuh hakim konstitusi.

Proses persidangan akan diawali penjelasan permohon dan perbaikan apabila dipandang perlu. Kemudian dilanjutkan sidang jawaban termohon (KPU Tapsel). Selanjutnya keterangan pihak terkait apabila ada. Lalu, pembuktian oleh pemohon, termohon dan pihak terkait. Sidang akan ditutup dengan agenda kesimpulan.

Menurut Anggota Tim Advokasi RAMAH Ilham Prasetya Goltom, berkas yang mereka serahkan telah disertai bukti-bukti dan data pendukung yang ditetapkan MK sebagai syarat pengajuan gugatan perkara perselisihan Pilkada. Ilham optimistis permohonan kliennya akan dikabulkan MK.

Sarat Pelanggaran

 

Seperti diketahui, hasil suara Pilkada Palas putaran kedua yang ditetapkan KPU Tapsel pada tanggal 5 Desember 2008 lalu memutuskan pasangan SOBAR menang dengan perolehan suara 51.411 (53,62%), sedangkan pasangan RAMAH sebesar 44.469 (46,73%). Penetapan suara itu menuai protes dari pasangan Rahmad karena menemukan adanya kejanggalan dalam penghitungan suara di 9 kecamatan yang ada di Palas.

Rahmad yang juga Anggota DPRD Sumut menyebutkan, KPU Tapsel diduga telah merekayasa perhitungan suara di sejumlah kecamatan dengan merubah daftar pemilih yang sebelumnya telah mencoblos pada putaran kedua. KPU Tapsel juga dinilai bekerjasama dengan pasangan SOBAR untuk menggenjot suara.

Selain itu, ditemukannya pemilih ganda, dugaan politik uang terhadap sejumlah pemilih, penghilangan suara dan keterlibatan pejabat PNS dalam mengondisikan massa untuk pasangan SOBAR. Selama pelaksanaan pemungutan suara juga ditemukan berbagai kecurangan yang diyakini membawa dampak kekalahan bagi pasangan Ramah. Rahmad mengungkapkan, sebelum pencoblosan dimulai, beberapa orang dari tim yang diduga berasal dari rivalnya, Basrah Lubis, sudah membagi-bagikan uang kepada sejumlah warga di sejumlah kecamatan.

Dari Padangsidimpuan, Ketua KPU Tapsel Mustar Edi Hutasuhut saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, gugatan tim RAMAH itu adalah hak mereka. Pihaknya kata dia telah menyelenggarakan Pilkada sebaik mungkin.

“Menurut kita, kita sudah melakukan yang terbaik. Biarlah MK yang menilai sendiri. Kita akan serahkan sepenuhnya kepada MK,” jelas Edi. [adi]

About these ads

8 Komentar to “Hasil Pilkada Palas Digugat”

  1. Para calon bupati yang kalah hendaknya bersifat sportif, jangan hanya menggugat karena kalah….
    Jabatan Bupati untuk pasangan SOBAR hanyalah 5 tahun, untuk itu saudara Rahmad bisa lagi jadi cabup untuk periode 2013 – 2018. saudara kan kaya, banyak uang,…!!!!
    Biarkanlah pasangan SOBAR memimpin Palas 5 tahun kedepan, dan hendaknya saudara Rahmad hindarkan sifat iri, dengki dan good-good………wassalam ..

  2. Hasil Pilkada Palas seharusnya semua pihak harus berbesar hati dengan hasilnya. Kepada Pasangan SOBAR selamat menjalankan amanah segera laksanakan janji-janji kampanyemu. kepada pasangan RAMAH bersabarlah mungkin ini yang terbaik buat ANDA. Kepada seluruh masyarakat PALAS mari hita dukung bupati pilihan rakyat on.

  3. kebenaran harus didapatkan dengan jln yg benar….

    saya setuju dengan gugatan tim RAMAH..
    kalau memang SOBAR bersalah tunjukkan bukti” yg kuat..
    jika suatu daerah yg baru di pimpin oleh pemimpin yg salah maka akn hancur daerah itu.
    5 thun bukan waktu yg singkat…berapa besar penderitaan masyarakat palas jika d pimpin oleh org yg salah..
    jika SOBAr menang dgn kecurangan, almt warga palas akn sengsara 5 thun lamanya..
    Maka dari itu tegakkanlah KEBENARAN

  4. saudara mulia hasibuan.. anda saya pikir sudah membunuh sistim demokrasi di indonesia, karena telah memberikan peluang kepada calon bupati basrah yang menang padahal mereka sudah dilaporkan ke MK, anda jangan keberatan dong..kalau memang terbukti SOBAR salah, apa mau anda berbupatikan dia..? atau mungkinn anda adalah TS nya yaaa atau mungkin…..,Kita setuju siapapun jadi bupati di palas tapi dengan syarat diakui masyarakat dan tidak ada yang namanya penipuan dalam pelaksanaan pilkada..SAlAM ANAK BANGSA.

  5. SaYa SuTuJU DgN SauDARa SiraiSan…
    maSyARakAt PaLas AkN mEnDeriTa SlAma 5 tahun.
    kaReNa BuPaTInyA MeNaNG DgN KeCuRANgan..

    5 tahun tidak sebentar…
    butuh mental dan PerJALanaN Yg PanJanG
    Jd BuAT SauDaRa MuliA HsB…
    coBaLah AndA BerPikiR..
    JIkA DaeRAh Baru Di PimPin PeMImPin Yg SaLah mAkA DaerAh Itu Pun Akn MeRasAkaN AkiBatNya….
    GOOD LuCk PiLKaDa PALaS..
    YaNG BeNAR Pasti AkN MeNanG
    AllAhu AkBaR

  6. Siapa pun yang nantinya BUPATI PALAS yang terpilih semoga dapat memajukan PALAS.. Tolong didengar Aspirasi ORANG PALAS..

  7. Preman dan anti Pemekaran

    buat saudara semua, beliau2 tersebut kan sebelum bertanding sudah menanda tangaani nota kesepakatan siap kalah menang, bagaimana denagn ke enam kontestan sebalumnya, mereka kan legowo,,,,bukan gak banyak pelanggaran yang di lakukan pihak yg menang,,,,,,,,,,,,,,,lihat,,,,,,,,,,,,,pas masa kampanye kosong di lap, merdeka sibuhuan, apa yang terjadi?lapanagn merdeka dipenuhi warna loreng entah model apa,,,,,,,,,,,rupanay wajah2 sangar yang muncul adalah salah satu OKP yang konon punay bekingan ornag kuat sumut yang nota bene okp ini adalah koalisi pendukung ramah,,,,,,,,,,,,,kamuflase pelantikan okp, ada atribut, mobil yang notabene adlah ops ts ramah,,,,,,,,,,,,,kan kampanye terselubung?simaklah saudara,,,inikan menandakan kepada kiat jiwa yang ingin di tunjukkan oleh satu kontestan tersebut adlah memperjelas kepremanannya,,,,,,,,,,,,,,,,,,juag di pihak lain,,,,,,,,,,,,,,,adlah dulu org2 yang tidak pedulu dengan palas,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,kini ramai2 teriak,,,,,,,,,,,,AKU LAH YANG PANTASSSSSSSSSSSSSSSSSSSS?????????????????????

  8. harap kepada Bapak Bupati Padang Lawas, mohon kepada bapak kiranya memperhatikan pengangguran yang merajalela di daerah kita sendiri,,???

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: