Cuaca di Makkah Dingin

–Calhaj Deli Serdang Diminta Bawa Berbagai Persiapan–
LUBUK PAKAM, MANDIRI

Perlengkapan milik jamaah calon haji (calhaj) asal daerah Deli Serdang berupa kopor, tas pakaian, buku panduan perjalanan ibadah haji serta buku manasik yang pendistribusiannya melalui Kantor Departemen Agama Deli Serdang seluruhnya telah diserahkan kepada masing-masing calon haji.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Deli Serdang H Wan Iwan Zulhami SH MAP melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji-Umrah Kandepag Deli Serdang Syawal Harahap SAg di Lubuk Pakam, Ahad (19/10).
Menurut Syawal, 391 orang jamaah calon haji asal Deli Serdang termasuk 9 orang petugas yang masuk dalam Kloter (kelompok terbang) I Embarkasi Polonia Medan yang akan berangkat menuju tanah suci pada 5 November 2008, seluruhnya telah dibekali berbagai ilmu pengetahuan baik menyangkut pelaksanaan ibadah haji yang meliputi rukun,sunat dan wajib haji, bidang kesehatan serta disiplin yang harus dipatuihi dan diikuti saat para calon haji mengikuti manasik di masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Meski para jamaah calon haji asal Deli Serdang yang akan berangkat menunaikan ibadah rukun Islam kelima secara berkelompok sebelumnya telah mengikuti manasik haji melalui KBIH, namun merupakan kewajiban bagi pihak Kantor Departemen Agama untuk kembali memberikan/melakukan manasik secara akbar kepada seluruh jamaah calon haji/hajjah asal Deli Serdang. Direncanakan manasik akbar dimulai pada 23 atau 24 Oktober 2008 selama tiga hari, kata Syawal.
Menyinggung cuaca di tanah suci Makkah Al Mukarramah, Syawal Harahap yang baru pada musim haji tahun 2008 ini menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kandepag Deli Serdang belum dapat menjelaskan secara rinci.
“Masalah cuaca di kedua tanah suci (Makkah dan Madinah) kami belum dapat menjelaskan karena belum ada penjelasan dan petunjuk resmi dari Kakanwil Depag Sumut tentang kondisi iklim di tanah suci,” kata Syawal Harahap.
Sementara Kakandepag Deli Serdang H Wan Iwan Zulhami SH MAP disela-sela acara penepungtawaran jamaah calon haji asal Percut Sei Tuan yang berlangsung di Balai kantor kecamatan di Tembung, Ahad (19/10) menyatakan rasa syukur karena baru pertama kali  dalam sejarah jamaah calon haji tahun 2008 asal Deli Serdang mendapat kesempatan perdana menuju tanah suci melalui Kloter I Embarkasi Polonia Medan.
Musim Dingin
Secara terpisah Pimpinan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Shafa Wal  Marwa Deli Serdang Drs H Harapan Bangsa Siregar menjelaskan saat ini cuaca di tanah suci Makkah maupun Madinah musim dingin.
Bahkan berdasarkan pengalamannya yang telah 17 kali memimpin jamaah menunaikan ibadah haji, biasanya saat memasuki akhir tahun (bulan November-Desember) hingga awal tahun (bulan Januari) cuaca di tanah suci Makkah semakin dingin dikarenakan masuknya musim hujan. Selain dinginnya luar biasa (bisa dibawah 5 derjat celcius), kondisi ini juga bisa mengakibatkan keluarnya darah dari pori-pori dan bibir para jamaah pecah-pecah.
Untuk mengantisipasi cuaca yang cukup dingin itu, kepada jamaah diharapkan untuk membawa berbagai persipaan seperti switer, jacket, baju jas, kaos kaki dan sarung tangan tebal serta obat-obatan/cream seperti Vivea atau sejenisnya, katanya.
Sesuai hasil qur’ah yang dilaksanakan 9 Oktober 2008 di Medan, jamaah calon haji asal Deli Serdang terpilih dan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) I Embarkasi Polonia Medan akan berangkat pada 5 November 2008 setelah sehari sebelumnya (4 November 2008) masuk asrama haji Pangkalan Masyhur Medan. Karena jumlah jamaah asal Deli Serdang masih kurang dalam satu kloter,maka kekurangannya akan ditambah jamaah calon haji asal Medan di Kloter I. [smt]

About these ads

One Comment to “Cuaca di Makkah Dingin”

  1. Kalau lagi cuaca dingin, jangan lupa bawa jacket.
    info buko:
    Bapak tamatan Nadwi Negara India itu sangat senang dengan kehadiran buku saya. Dia seorang pemilik sebuah pesantren di Sinunukan Mandailing Natal. Kami sempat mengobrol lama. Hanya waktu yang sudah larut malamlah yang membuat kami terpaksa harus menghentikan pembicaraan kami pada malam itu.
    Bapak Abdur Rahman, itu nama asli bapak yang kusebutkan di atas. Seorang yang sebentar lagi akan berangat ke Negara Inggeris untuk menerangkan Agama Islam di sana. Katanya tujuannnya ke Kota London Inggris. Saya sangat bangga melihat dia akan berangkat ke sana. Saya sangat bangga karena seorang utusan dari Indonesia ke negara Inggeris adalah seorang warga Panyabungan, seorang warga Mandailing Natal, bahkan seorang dari sahabatku.
    Diapun sangat merasa bangga dengan kehadiran buku saya berjudul ’40 Hari Di Tanah Suci’. Dia begitu yakin bahwa buku saya akan sangat membantu para calon jemaah haji dalam memahami arti haji yang sebenarnya. Saya bangga padanya karena dia termasuk putra terbaik Panyabungan. Saya juga merasa senang karena putra terbaik seperti dia juga kagum dengan buku saya yang berjudul 40 Hari Di Tanah Suci.
    Bagi yang akan melaksanakan haji, bagi yang ingin tahu cerita haji secara detail, anda tidak susah lagi mencari bukunya. Anda sudah bisa dengan mudah mendapatkannya.
    Info lebih lengkap tentang buku saya, kunjungi; http;//www.mandailingnatal.page.tl/
    Semoga anda mendapat ilmu yang berkah dari buku saya, dan semoga Tuhan pun menganggap ini salah satu amal ibadah terbaik dari saya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: