Pungli di Samsat Putri Hijau Jalan Terus

MEDAN, MANDIRI
Pungutan liar (pungli) untuk pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) masih saja terjadi di Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau, Medan.
Dari berbagai sumber diperoleh wartawan di kantor Sistim Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Dit Lantas Poldasu Putri Hijau, Selasa (14/10), pungli terjadi saat pengajuan setiap berkas perpanjangan STNK dilakukan staf Kasie STNK Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Sementara, pengurusan surat kendaraan yang tidak mempunyai kartu tanda penduduk (KTP), atau juga KTP yang sudah kadaluarsa dipungut Rp25 ribu bahkan lebih.
“Jika dana itu tidak dilampirkan dalam berkas yang akan diajukan ke Kasie STNK, maka staf yang menerima berkas memperlama pengajuan berkas, bahkan tidak mengajukannya ke Kasie,” ujar beberapa sumber di Samsat Medan Utara kemarin.
Kutipan liar itu menurut mereka, sudah sangat biasa di lingkungan Samsat Putri Hijau, dan sudah berjalan lama. “Bahkan saat calo pengurusan STNK masih ‘dibenarkan’ keluar masuk kantor Samsat, pungutan itu lebih besar lagi,” sebut mereka.
Kini, meski para calo pengurusan STNK sudah terorganisir dan rapi dengan mendirikan sejumlah biro, yang lokasinya disepanjang Jalan Putri Hijau, atau di warung nasi/kopi seputaran Samsat, kutipan tetap saja berjalan.
Pungli juga dilakukan petugas yang berada di sejumlah loket pengurusan perpanjangan STNK. “Untuk mereka saja sudah terkuras Rp20 ribu per berkas dengan alasan uang komando,” kata sumber.
Kutipan dana tersebut diluar pungutan resmi dari dinas pendapatan daerah (Dispenda) Sumut, Rp5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat, yang diaplikasikan dengan selembar kertas untuk lampiran berkas.
Disebutkan, di Samsat Putri Hijau sedikitnya ada 80 biro untuk mempermudah masyarakat mengurus STNK. Dari jumlah itu, jika satu biro dirata-ratakan memasukkan 20 berkas, maka “uang siluman” yang beredar di Samsat Putri Hijau mencapai Rp80 juta per harinya.
“Bayangkan berapa uang hasil pungli itu jika sebulan,” kata mereka menjelaskan, dari beberapa biro itu ada yang memasukkan berkas sampai 100 lembar per hari.
Kabid Humas Poldasu Komisaris Besar Baharudin Djafar ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut langsung “berang” jika ada anggotanya melakukan pungli diluar yang tertera dalam pajak kendaraan.
“Tidak dibenarkan sama sekali cara-cara seperti itu, laporkan ke saya siapa anggota yang berani melakukan kutipan liar, biar ditindak,” tegasnya.
Namun kata Kabid Humas, Samsat merupakan kantor bersama yang juga dikelola Dinas Pendapatan Sumut. “Tadi saya sudah cek, memang ada dana diluar pajak yang diterapkan Dispenda, namanya SPP. Nilainya Rp5 ribu-Rp10 ribu,” sebutnya. [jam]

About these ads

Satu komentar to “Pungli di Samsat Putri Hijau Jalan Terus”

  1. Saya juga tidak setuju dengan adanya pungutan liar tersebut.saya sendiri baru aja memperpanjang STNK antar kota tetapi satu propinsi itu kan sudah onlein untuk pengurusanya masa saya masih kena pungutan 50000 untuk pengiriman berkas dasar samsat kampungan mentang mentang berseragam main pungut aja apa dia enda sadar kalau gajih dia itu berasal dari uang masyarakat se indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: