RANTAU PRAPAT, MANDIRI
Akibat hujan sejak Sabtu (4/10), tidak hanya merendam dua desa di Kecamatan Kotapinang, tapi juga merendam puluhan hektar lahan masyarakat Desa Senah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhan Batu dengan ketinggian mencapai 1 meter. Hujan selama tiga hari berturut-turut itu juga menyebabkan sedikitnya 70 rumah warga terendam air.

BANJIR. Warga sedang berjalan di air yang tingginya mencapai pinggul orang dewasa di Desa Senah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhan Batu, Selasa (7/10). (foto: mandiri/ist)
Menurut Pls Sekretaris DPD LSM Aliansi Solidaritas Tani Tranporter dan Nelayan (Astran) Kabupaten Labuhan Batu Risky Wardana Siregar, puluhan hektar lahan warga itu telah ditanami dengan jagung, kedelai dan cabai. Selain itu, ratusan hektar perkebunan sawit milik warga dan perusahaan swasta di sekitar lokasi juga terendam banjir.
“Laporan yang kita terima dari Desa Senah bahwa puluhan rumah terendam banjir. Lahan warga sekitar ratusan hektar juga terendam. Kalau ini terus terjadi, dipastikan hasil kebun atau lahan warga tidak menghasilkan,” kata Risky kepada wartawan, Selasa (7/10) di ruang kerjanya di Rantau Prapat.
Sementara itu, laporan salah seorang warga kepada wartawan via handphone menjelaskan, hingga hari ini mereka belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat, selain adanya Posko kesehatan dari Dinkes Pemkab Labuhan Batu. Dari sana juga dilaporkan bahwa 5 titik ruas jalan besar Negeri Lama-Tanjung Sarang Elang terancam putus akibat gerusan air yang terbilang deras, serta antrean panjang kendaraan akibat sulit dilalui.
“Tinggi air dibadan jalan sekitar setengah meter, tanaman warga tidak dapat dipanen, kerugian sekitar seratus jutaan. Kami berharap agar pemerintah setempat secepatnya menyalurkan bantuan sebelum ada warga yang mengalami kelaparan,” harap Muslim Manik. [ike]