MEDAN, MANDIRI
Gubsu H Syamsul Arifin Silaban SE mengatakan, kunjungan hasil observasi lapangan yang dilakukan Tim Teknis Depdagri beserta Pempropsu dan Pemrakarsa dapat mendorong semangat persatuan dan kesatuan masyarakat yang akan bergabung pada Propinsi Tapanuli (Protap).
Demikian Gubsu, Kamis (25/9) di Ruang Mawar Kantor Gubsu pada Rapat Hasil Tim Teknis Depdagri dalam rangka observasi lapangan pembentukan Protap yang dihadiri Ketua Tim Teknis Depdagri Wachju M Nadjib SH dan rombongan, Ketua Panitia Pembentukan Protap Ir GM Chandra Panggabean, mewakili DPRD Sumut Edison Sianturi dan tokoh masyarakat Tapanuli DR GM Panggabean.
Hasil kunjungan Tim Teknis Depdagri yang melakukan observasi lapangan terhadap cakupan calon wilayah pembentukan Protap, kata Gubsu, akan dituangkan dalam berita acara sebagai bahan bagi pemerintah pusat dalam proses pembentukan Protap.
Gubsu didampingi Asisten Tatapraja Setdapropsu Hasiholan Silaen SH, Kakesbang Linmas, Kabiro Otda Drs Bukit Tambunan juga menyebutkan, selaras dengan tuntutan reformasi dan keinginan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tumbuh dan berkembang kesamaan pandangan masyarakat baik di bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya untuk terbentuknya daerah otonom baru.
Mengamati pemekaran daerah, Pempropsu selalu menyikapi aspirasi daerah dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan kriteria persyaratan yang harus dipenuhi antara lain kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, politik, jumlah penduduk, luas daerah dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
Dengan demikian, kata Gubsu, tujuan pemekaran adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan umum, meningkatkan daya saing daerah dan terpeliharanya kondisi masyarakat yang kondusif dan harmonis.
“Aspirasi yang demikian itu pula yang berkembang kurang lebih lima tahun lalu melalui Kongres Masyarakat Tapanuli pada tanggal 6 April 2002 di Kota Tarutung dengan dideklarasikannya keinginan untuk pembentukan Propinsi Tapanuli,” ujar Gubsu.
Tim Teknis Depdagri yang hadir yakni Drs Zulkarnain, Endang Sulistyaningsih SH MH, Drs Robert D Megawe MRP, Kolonel Drs Sumedi W, Nugroho Imam Santoso SE MM, Siti Zahro SH MSi, Ir Darwis Sitinjak, Drs Nyak Margalena, Ir Ahmad Kamil MSi, S Endarto Ssos. Sedang Panitia Pembentukan Protap yang hadir yakni Ir Hasudungan Butarbutar MSi (Sekretaris Panitia Pembentukan Protap), Budiman Nadapdap SE, Jumongkas Hutagaol, Ir KCT Sianturi, DR Binsar Situmorang MSi, DR (HC) Toga Sianturi, Hitler Siahaan SH, Sanco Manullang ST,MT, Albert Kang, Sanggam SH Bakkara, Harman Manurung, Denni Samosir, Sardi Giawa, Rinawati Sianturi dan Rooslynda Marpaung.
Gubsu juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim Teknis Depdagri di Propsu dalam rangka pelaksanaan observasi lapangan kepada cakupan calon wilayah pembentukan Protap.
Sementara Anggota Tim Teknis Depdagri Drs Robert D Megawe membacakan berita acara bahwa persyaratan teknis telah lengkap.
Hasil observasi lapangan calon Protap yang dilakukan Tim Teknis Depdagri ini ditandatangani Gubsu H Syamsul Arifin, Edison Sianturi (DPRD Sumut) dan Direktur Fasilitasi Hubungan Antar Lembaga Depdagri Wachju M Nadjib SH.
Sementara itu, Ketua Tim Teknis Depdagri Wachju M Nadjib SH mengatakan bahwa tim telah selesai melakukan observasi lapangan yang hasilnya akan dilaporkan kepada Mendagri. “Kita hanya melihat kondisi riil, melihat calon ibukota, persiapan infrastruktur dan sebagainya. Nanti ditabulasi dulu,” ujarnya seraya menyebutkan, hasil observasi ini juga setelah dilaporkan ke Mendagri untuk dibahas DPOD kemudian akan diserahkan kepada Presiden dan seterusnya dibawa ke DPR RI.
Sedang Ketua Panitia Pembentukan Protap IR GM Chandra Panggabean mengatakan bahwa Tim Teknis Depdagri telah mencek kelengkapan teknis dan kesiapan teknis calon Protap telah lengkap seperti lapangan terbang, kantor gubernur, kantor DPRD, dan infrastruktur.
“Kita mengharapkan DPOD dapat menyatakan Propinsi Tapanuli telah layak setelah turunnya Tim Teknis Depdagri ke wilayah cakupan calon Propinsi Tapanuli,” ujar Chandra.
Usai rapat,Tim Teknis Depdagri, Panitia Pembentukan Protap dan Gubsu yang dipandu Chandra Panggabean mengajak para peserta rapat bernyanyi lagu Happy Birthday dan Selamat Ulang Tahun bersamaan dengan hari ulang tahun Gubsu ke-59 yang jatuh 25 September kemarin. [oga]
Gubsu, DPRD Sumut dan Tim Teknis Depdagri Tandatangani Berita Acara Hasil Observasi Lapangan Protap
September 25, 2008 · 1 Komentar
Kategori: Berita Utama
Ditandai: Sumatera Utara, Propinsi Tapanuli, Sumut, Protap

1 response so far ↓
JHON WISLY MANURUNG // Nopember 3, 2008 pada 2:02 pm
Sejak mulai terbitnya UU Otda no.20 tahun 1999, hingga sekarang pembentukan Protap ini selalu mengalami pasang surut dalam perjalananya. Sementara provinsi baru yang lain insiatifnya belakangan tetapi langsung terbentuk. Hal ini diakibatkan karena kesatuan di sesama warga Tapanuli belum satu ” Pendapat ” terhadap hal ini akibatnya ada pro dan kontra.
Ini terjadi karena banyaknya kepentingan sebab ada orang yang dininabobokkan jabatan kalau masih bergabung dengan SUMUT, akibatnya hal ini tersendat. Ada lagi opini Protap mau dibangun pakai apa ? Menurut saya hal itu terlalu dibesarkan,sebab pengalaman yang kita lihat adalah Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara kekayaannya SDA seberapa jauh dengan Protap tetapi bisa berjalan dan membangun. Dibanding SDA Jepang apa si yang ada, tetapi dapat menjadi negara maju. Kuncinya adalah SDM yang berkualitas dan berkemauan keras,itulah pegangan utamanya.
Protap gimana ? Menurut Hemat saya maju terus dan dari segi teknis dan persyaratan layak sebagaimana hasil penilaian dari TIM DPOD dan tidak ada alasan tuk menundanya, mengenai hal lain nanti akan diberbaiki secara kelanjutan jika sudah terbentuk. Buat masyarakat yang tergabung dalam Protap adalah kesehatian tuk memperjuangkan ini sebab ini adalah rangka mendukung percepatan pembangunan disegala bidang di Protap nantinya. Hasil pasti akan lebih baik jika dibanding masih bergabung dengan SUMUT.
Opini yang mengatakan terbentuknya Protap akan terkesan menjadi provinsi SUKU, menurut saya itu ditiupkan oleh orang yang berkepentingan dan tidak mau kehilangan jabatan jika jadi Protap dan hanya mempertahankan ” Status Quo “.
Sekarang Objektif saja Banten, Jabar,Jateng, Sulut,Sulsel, Papua,Sumbar dan sebagainya itu di beri nama Povinsi apa namanya ? SUKU juga ? !
Orang penentang terbentuknya Protap itu karena ada Udang dibalik batu sebab SDM orang Tapanuli sudah teruji Kualitasnya sehingga ada kepentingan lain yang tidak menginginkannya tuk maju dan pisah dengan Sumut. Makanya kita lihat sekarang seperti ada ” Kesan ” pembiaran terhadap situasi selama ini, dimana pendidikan sekarang rendah di Tapanuli, kesehatan yang rendah,pembangunan masih kurang,inovasi tuk memperbesar PAD kurang ini akibat tidak adanya ” PLATFFORM ” bersama dari Kab.yang ada sehingga tidak Sinergi tuk memajukan kawasan Tapanuli dan sekitarnya . Tetapi jika Protap terbentuk akan ada ” Konsep Bersama ” bagaimana cara memajukan satu sama lain yaitu adannya sistem ” Regulator ” yang menyamakan Persepsi tuk maju bersama-sama di kawasan Protap nantinya.
Tuk Tim Pembentukan berjuang trus dan jangan Pantang Mudur sebab tinggal selangka lagi Protap yang kita idam-idamkan akan terwujud untuk itu doa dari masyarakat harus selalu bersama .
Maju Protap..
Mari dukung Protap..
Merdeka..a…a..aa…
Tembusan :
DPRD SUMUT, KAB/Kota kawasan Tapanuli.,DPR RI dan GUB Sumut,Tim DPOD dan Depdagri tolong jangan ditunda lagi dan tolong kepentingan rakyatlah yang anda lihat dalam membuat keputusan