MEDAN, MANDIRI
Baru pertama kalinya Sriwijaya Air hendak melakukan terbang perdananya ke Penang dengan membawa 85 penumpang dan jumlah seat 148 kursi tipe pesawat Boeing 737-300. Namun akibat stater engine tidak berfungsi karena bagian shaft (has) patah sehingga tidak memutar penerbangan tertunda, padahal sudah melakukan delay selama 7 jam.
Informasi yang dihimpun koran ini, pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ-102 seharusnya berangkat pukul 07.20 WIB. Para penumpang sudah sempat naik ke dalam pesawat, sedangkan pesawat sudah didorong ke avron untuk bersiap-siap terbang. Setelah 20 menit penumpang di dalam pesawat, namun tiba-tiba mengalami kerusakan stater engine. Pesawat akhirnya menunda penerbangan untuk perbaikan, sedangkan penumpang terpaksa kembali ke dalam ruangan tunggu terminal keberangkatan internasional.
Menurut keterangan Gabriella Sonia Bongoro selaku Finance &GA Director Sriwijaya Air, pesawat terpaksa melakukan delay karena mengalami kerusakan stater engine. Pesawat tersebut baru bisa diberangkatkan dengan menggantikan pesawat dari Jakarta. “Ini memang terbang perdana Sriwijaya. Seharusnya kami melakukan terbang ke Penang pada 29 Agustus lalu. Tapi karena perizinan di Malaysia lambat dan baru siap saat ini,” ujar Gabriell.
Meski demikian, Gabriell mengharapkan kedepannya Sriwijaya akan meningkatkan kinerja dan pelayanannya. Sehubungan dengan itu, Sriwijaya akan mengembangkan perluasan penerbangannya di wilayah Sumut karena frekuensi penerbangan di Sumut sangat besar dan berpeluang.
Perluasan penerbangan tersebut, lanjutnya, dengan melakukan penambahan pesawat dalam waktu dekat ini sebanyak 4 pesawat tipe boeing 300 sebanyak 2 unit dan tipe boeing 400 sebanyak 2 unit. “Total pesawat kita ada 19 pesawat dengan menerbangi 31 rute domestik ,” bilangnya.
Sedangkan rencana membuka rute baru, sambungnya, akan dilakukan pada 25 September dengan menerbangi Jakarta-Ambon dan Medan-Padang dalam waktu dekat ini.
Menyoal persiapan angkutan lebaran Sriwijaya, Gabriell mengatakan akan menambah ekstra flight penerbangan domestik mulai tanggal 27,29,30 dengan rute Medan-Jakarta 2 kali, Batam 1 kali, Aceh 1 kali dan pekanbaru 1 kali. [hum]